kesekian kalinya, sudah lupa saya. Berapa kali, saya juga tidak ingat. Memangnya yang keberapa? Tidak tahu Dipikir-pikir, yang jelek saja yang ingat. Soalnya saya buruk rupa, jadi ya jelek terus. Badan saya juga harum, tapi tetap saja tidak laku. Yang bau ketek, laris manis. Memang kenapa? Coba bilang, saya ingin tahu. Saya kasih susu, kamu memilih tuba. Sudah tahu tidak enak, kembali lagi kesaya. Tapi saya terima juga. Yang tolol siapa? Sialnya, kamu memilih tuba lagi. "Saya nyaman," katamu. Tolol memang Yasudah, saya juga capek. Tapi tetap cinta.
selamat datang, silahkan membaca