Dia Ratu “Muka jelek kayak gini mau nembak Ares? Cuih, ngaca lo! Ares mana mau sama muka lo yang bahkan ga sepadan sama ban mobil gue.” Suara lantang itu memenuhi kelas sepuluh. Cewek dengan rambut sepinggang dengan aksesoris serba merah muda itu memandang sengit kearah adik kelas yang sudah ketakutan karena ucapannya barusan. “Ta–ta–tapi kak, aku berhak nemb–” Belum selesai berbicara, gebrakan meja memenuhi seisi ruangan. Semua pandangan mata menatap ngeri ke arah Ratu. “Sadar! Mulut lo nggak boleh nyebut nama Ares! Cuman gue yang boleh manggil dia. Ngerti?” “Udah Rat, orang kaia gitu mana ngerti kalau pake omongan. Mending di eksekusi langsung, biyar kapok.” Cowok dengan rambut berwarna kecokelatan itu berdiri didepan pintu sambil bermain ponsel. Matanya tidak sedikitpun menatap kerah dua insan muda yang tengah bersiteru itu. “Diem deh Chris, lo ngg...