Langsung ke konten utama

CERBUNG Hortensia (1)

Dia Ratu


      “Muka jelek kayak gini mau nembak Ares? Cuih, ngaca lo! Ares mana mau sama muka lo yang bahkan ga sepadan sama ban mobil gue.” Suara lantang itu memenuhi kelas sepuluh. Cewek dengan rambut sepinggang dengan aksesoris serba merah muda itu memandang sengit kearah adik kelas yang sudah ketakutan karena ucapannya barusan.
     “Ta–ta–tapi kak, aku berhak nemb–” Belum selesai berbicara, gebrakan meja memenuhi seisi ruangan. Semua pandangan mata menatap ngeri ke arah Ratu. “Sadar! Mulut lo nggak boleh nyebut nama Ares! Cuman gue yang boleh manggil dia. Ngerti?”
     “Udah Rat, orang kaia gitu mana ngerti kalau pake omongan. Mending di eksekusi langsung, biyar kapok.” Cowok dengan rambut berwarna kecokelatan itu berdiri didepan pintu sambil bermain ponsel. Matanya tidak sedikitpun menatap kerah dua insan muda yang tengah bersiteru itu.
     “Diem deh Chris, lo nggak usah banyak omong sama mulut busuk lo itu.” Ratu kembali memandang kearah adik kelas yang tengah ketakutan itu dengan bengis. Matanya yang sayu itu seolah bisa mengitimidasi siapapun yang ada di hapadannya. “Chris, mana gunting?”
Chris–cowok itu menutup ponselnya. Dia berjalan mendekat, kemudian merogoh sesuatu dari kantungnya dan memberikannya kepada Ratu. Benda lancip itu tampak bersinar dnegan terang.
      “Nah, ini hukuman buat lo. Lain kali,” Ratu dengan perlahan memotong rambut adik kelas itu sampai pendek sebahu. Rambut yang awalnya sepinggang itu kini benar-benar pendek. Bahkan, adik kelas itu sudah menangis sesegukan. “Ngaca diri dulu ya? Udah pantes atau belum lo nembak Ares. Muka kayak begini ngarep jadian sama Ares? Ckckc, gue rasa otak lo miring. Oh, atau lo mau gue kasih duit buat operasi muka sama otak? Eh tapi Ares nggak suka yang buatan.”
Suara bisik-bisikan itu memenuhi kelas. Sementara Chris–cowok itu malah asik memakan permen yang baru saja dia palak dari adik kelas. Dia bahkan tidak merasa kasihan dengan adik kelas yang sudah di bully Ratu habis-habisan. Justru, dia malah kasihan dengan Ratu. Cewek itu sampai mau repot-repot turun tangan untuk mengusir. Padahal, tinggal menyuruh dirinya sajakan?
Christian Elonel. Badboy SMU Permata dengan sejuta pesona yang dimilikinya. Cowok keturunan Indo-Inggris itu tampak mencolok dari teman-teman di sekitarnya. Walaupun demikian, dia murid paling bermasalah di sekolah. Hampir setiap hari dia di panggil di ruang BK karena sering tawuran. Jika pada umumnya siswa akan dikeluarkan, maka pengeculian untuk Chris. Dia cucu dari salah satu konglomerat yang menyumbangkan sejumlah dana yang fantastis untuk SMU ini. Cowok itu mempunyai julukan lain, yaitu shinigami* (dewa kematian) Ratu.

Ya, shinigami
      Chris–cowok itu tidak akan segan-segan pada orang yang dia anggap menganggu kehidupan Ratu. Dia akan hancurkan, sampai keakar-akarnya. Beberapa minggu yang lalu, bahkan dia membuat seorang siswi terpaksa keluar sekolah dan keluarganya menjadi gulung tikar kerena perbuatannya. 
Ah~ uang memang segalanya.

    “Shht! Panggil kak Ares. Ini udah keterlaluan banget. Kalau ada kak Ridan, pasti si nenek sihir bakal nurut.” Chris mendengar dengan samar beberapa siswa yang berbicara demikian. Sepertinya, mereka mau cari mati dengan Chris. Memanggil Ridan akan membuat Ratu tampak benar-benar masalah. “Cih. Mereka panggil Ratu nenek sihir? Nggak sadar diri banget.”
    “Boss! Gawat! Gawat! Ares mau kesini. Mukanya merah padan Bos! Kita harus keluar sekarang.” Leo, cowok dengan rambut cepak itu berbicara dengan tergesa-gesa. Chris yang mendengarnya mendengus sejenak, kemudan berjalan dan menarik tangan ratu dengan paksa. “Kita pergi sekarang. Udah cukup, sisanya biyar gue sama anak-anak yang nyelesain.”
    “Apasih Chris?” Ratu memberontak. Dia menolak mentah-mentah ajakan Chris. “Lo nggak berhak buat ngatur-ngatur gue!”
    “Ada Ares mau kesini. Apa lo mau dia ngeliat lo kayak gini?”
    “Biyarin! Gue enggak peduli! Urusan gue belum selesai. Bakal gue hancurin ini adik kelas, buat pelajaran!” Ratu beteriak dengan lantang. Sementara Leo sudah memberi aba-aba kalau Ridan akan datang.
     Chris tidak bisa memaksa Ratu. Cewek itu pasti akan sangat marah padanya. Bisa-biasa, Ratu akan mengusirnya seperti hama. Tapi, jika Ares tahu, Ratu pasti akan habis. Imagesnya akan rusak begitu saja didepan Ares. “Rat, Lo boleh nge eksekusi 'ni adik kelas. Cuman, Ares pasti makin ngejauh dari lo.”
     Ratu yang awalnya brutal, kini sudah diam. Tapi bukannya mendengarkan kata Chris, dia lebih mengikuti amarahnya dan tertawa. “Biarin! Biar Ares lihat! Dia pasti bakal berterimakasih sama gue! Karena berkat gue, sampah yang ada di sekitarnya hi–CHRIS! APA YANG LO LAKUIN?!”
    Chris mengangkat tubuh Ratu seperti karung beras. Dia tidak peduli jika cewek itu masih memegang gunting dan menggoreskan di punggungnya sampai berdarah. Perih, tapi yang terpenting sekarang adalah Ratu. Dia harus membawanya pergi. “Chris! Gue bunuh lo! Beneran gue bunuh! Chris, turunin gue. Urusan gue belum selesai! Busuk! Hama! Aargh!”
“Terserah lo mau ngomong apa.” 

***

     “Eh, emang korbannya siapa lagi?” Rangga yang sedang menyesap rokoknya itu langsung mematikannya setelah habis. Cowok dengan giwang hitam di telinga kirinya itu mencoba mengingat sebentar. Dia bahkan sudah lupa karena terlalu sering. “Oh, anak kelas 10,” jawab Rangga.
     “Cakep nggak?” Leo bertanya lagi. Rangga menggedikkan bahunya. Dia mana tahu dan tidak peduli.“Jelek palingan.”
     “Btw, si boss masih disana?” Leo bertanya lagi, membuat Rangga jengkel. Temannya yang satu ini benar-benar cerewet seperti perempuan. “Lu tanya sekali lagi, gue gampar mulut lu.”
     “Santai aja Mas. Dedek kan jadi takut.” Rangga semakin geram. Kalau saja Leo bukan sahabat karibnya, sedari tadi sebuah pukulan akan mendarat di pipi mulus Leo yang seperti bayi. Ya, seperti bayi. Karena Leo tidak suka bertengkar, tapi lebih suka bermain cewek. Tidak masalah jika dikatai banci sebagian orang. Toh, salah cewek-cewek itu juga karena mau bujuk rayuannya–yang sudah ketahuan kalau dia playboy.
     “Lu punya duit nggak?” kini giliran Rangga yang bertanya. Leo mengorek dari saku celananya. Hanya dua koin 500 rupiah dan sebuah pulpen. Pulen? Bahkan dia sendiri tidak ingat memasukan pulpen itu. “Lo punya puplen?” tanya Rangga.
     “Ga tahu. Gue aja baru tahu kalau kalau gue punya pulpen.”
    “Cuman punya seribu? Beneran nggak ada lagi?” Rangga bertanya sekali lagi, dan Leo menggeleng. “Minta sama boss, pasti di kasih. Buat beli rokok 'kan?”
     “Tuh tahu. Mau juga?”
     “Boleh.”
     “Yaudah, nanti beli bareng.”
      Saat mereka sedang berbincang, dua siswi melewati mereka dengan wajah yang panik. Mereka mengatan beberapa hal yang membuat Leo dan Rangga bersiap-siap. “Si anabele ribet banget. Masuk kelas orang sambil teriak-teriak, kaia ga pernah di ajarin.”
     “Namanya juga anabele, jelek. Heran, cewek kaia gitu hidupnya sempurna banget.” Cewek dengan rambut sebahu memutar bola matanya malas. Bahkan, mereka tidak mau menyebut nama Ratu. Seolah, itu adalah hama. “Cuman kelakuannya kampungan, langsung main adu 'jotos'.”
     “Untung bentar lagi lulus.” Mereka tidak sadar melewati dua pentolan sekolah. Kini, Rangga sudah memandang mareka dengan senyum, diikuti dengan Leo yang menatap mereka. Dan seketika itu juga, kedua siswi itu mereka beruntung dan sial secara bersamaan. Senang karena bertemu dua dari lima pangeran sekolah, dan sial karena petaka akan datang.
.
.
.
Bersambung. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Film Slumdog Millionaire Dalam Pranata Sosial

Film Slumdog Millionaire menceritakan tentang seorang pemuda berusia 18 tahun bernama Jamal Malik, seorang anak miskin dan yatim piatu yang besar di lingkungan kumuh kota Mumbai. Dia menjadi seorang kontestan kuis Who Wants to be A Millionaire versi India dan dapat menjawab seluruh pertanyaan dalam kuis tersebut. Jamal hanya perlu menjawab pertanyaan terakhir untuk mendapat hadiah 20 juta rupee, namun saat akhir acara dia ditangkap polisi karena tidak mungkin pemuda miskin dan kumuh dapat menjawab semua pertanyaan.  Diawal cerita, kita akan disuguhkan dengan pemandangan kota tempat tinggal Jamal yang kumuh dan kotor. Saat sekolah, Jamal dan Salim—kakanya—hanya belajar tentang The Three Musketeers dan hanya mendengar tentang Athos dan Porthos. Dalam cerita ini, Salim diceritakan sebagai seseorang yang ambis. Salim dapat melakukan segala cara untuk bertahan hidup dan melindungi Jamal. Hal ini terlihat saat Salim menjual foto dengan tanda tangan Amitha Bachhan tanpa seizin Jamal dan m...

SOCIAL DISTANCING RELATIONSHIP

  SOCIAL DISTANCING RELATIONSHIP ( Teori Elaboration Likelihood Model (ELM) dan menggunakan tradisi sosiopsycologic ) A.                 Gambaran Umum Fenomena Severe acute respiratory syndrom coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau yang lebih dikenal dengan Virus Corona adalah sebuah virus yang menyerang sistem pernapasan. Selain pernapasan, virus ini juga dapat menyebabkan infeksi pernapasan besar atau ifeksi paru-paru (Pneumonia). Virus ini dapat menyeang siapa saja, baik bayi, anak-anak,ang dewasa, ibu hamil, ibu menyusui, bahkan lansia. Penularan COVID-19 dapat melalu berbagai cara, yaitu: tidak sengaja menghirup batuk atau memegang percikan dari penderita COVID-19 Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19 (Bersentuhan)  Memegang hidunh atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur pendierita COVID-19 Infek...

Kataku

Kumpulan kata-kata yang saya rangkai. Jika memiliki kesamaan, mohon dimaafkan.