Langsung ke konten utama

SOCIAL DISTANCING RELATIONSHIP

 



SOCIAL DISTANCING RELATIONSHIP

(Teori Elaboration Likelihood Model (ELM) dan menggunakan tradisi sosiopsycologic)



A.                Gambaran Umum Fenomena

Severe acute respiratory syndrom coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau yang lebih dikenal dengan Virus Corona adalah sebuah virus yang menyerang sistem pernapasan. Selain pernapasan, virus ini juga dapat menyebabkan infeksi pernapasan besar atau ifeksi paru-paru (Pneumonia). Virus ini dapat menyeang siapa saja, baik bayi, anak-anak,ang dewasa, ibu hamil, ibu menyusui, bahkan lansia. Penularan COVID-19 dapat melalu berbagai cara, yaitu:

  1. tidak sengaja menghirup batuk atau memegang percikan dari penderita COVID-19
  2. Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19 (Bersentuhan) 
  3. Memegang hidunh atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur pendierita COVID-19

Infeksi pada virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di China, lebih tepatnya di Kota Wuhan pada Desember 2019 kemarin. Penyebaran virus in sangat cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina, bahkan virus corona hampir  seluruh negara di dunia. Di Indonesia , kasus Corona per Minggu (16/3/2020) 117 orang positif virus corona, 8 orang sembuh, dan 5 orang lagi meninggal dunia. Namun, Persentase tingkat kematian akibat kasus Covid-19 di Indonesia(19/03/2020) yang diberitakan di media Kompas.com menjadi tertinggi yang kedua di Asia Tenggara jika dibandingkan dengan negara asal penyebaran penyakit ini, China. Global Case yang dikeluarkan Johns Hopkins University (JHU), menginformasikan persentase kematian akibat kasus virus corona di Indonesia mencapai angka 8,37 persen. Dari 227 kasus orang yang positif, 19 orang di antaranya meninggal dunia dan 11 lainnya dinyatakan sembuh. Oleh sebab itu, banyak media di Indonesia sendiri sudah banyak menginformasikan mengenai cara penecagan Virus Corona. 

Social Distancing merupakan langkah yang diambil pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi  virus tersebut agar tidak menyebar luas. Hal ini juga disampaikan Presiden Jokowi di media Detik.News (16/03/2020) mengenai himbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari Minggu (15/03/2020) untuk meminta agar masyarakat  melakukan social distance untuk mencegah penularan virus corona (COVID-19). Kegiatan yang biasa dilakukan diluar (bekerja, sekolah, dan beribadwh) bisa dilakukan di rumah. Selain itu, Presiden Jokowi juga menghimbau masyarakat untuk tidak panik. Kegiatan social distance dilakukan sebagai salah satu strategi kesehatan untuk mencegah atau memperlambat penyebaran virus Corona. Social distance juga dilakukan untuk mengisolasi diri bagi orang-orang yang terindikasi yang terinfeksi, sehingga dapat terpisah satu sama lain dan tidak menyebarkan virus Corona.  

Pemerintah Indonesia juga telah menerbitkan lima protokol mengenai social distance, salah satunya adalah Protokol di area dan transportasi publik seperti bandara. Bandara Indonesia yang dikelola okeh Angkasa Pura Airports mulai menerapkan pengaturan jarak minimal satu meter antar orang di area pelayanan publik dengan menempelkan stiker panduan jarak. Mulai dari jarak duduk penumpang di area boarding lounge, penanda batas antrean dengan garis kuning ( 1 meter), dan setiap lift dibandara diberi batas berdiri serta menyediakan banyak hand sanitizer untuk para penumpang. 




  1. Tinjauan Teori Kontekstual

Elaboration Likelihood Model (ELM) adalah teori umum perubahan sikap yang ripercaya memberikan kerangka untuk mengatur, mengkategorikan, dan memahami proses dasar yang mendasari efektivitas komunikasi persuasif. ELM berusaha untuk mengintegrasikan banyak temuan penelitian yang seolah saling bertentangan dan dengan orientasi teoritis di bawah satu payung yang konseptual (Petty dan Cacioppo, 1986). ELM mengilustrasikan tahapan pengambilan keputusan menuju pada perubahan kepercayaan, sikap, dan perilaku. Menurut ELM, proses antara variabel yang beroperasi di bawah kondisi elaborasi yang berbeda dapat dilihat sebagai mekanisme yang dapat memberikan pengaruh berbeda. Akan tetapi, proses yang membutuhkan pemikiran yang lebih tinggi  dapat menghasilkan sikap yang lebih tahan lama dan akan bermakna daripada proses yang membutuhkan elaborasi yang lebih rendah. Petty dan Cacioppo (Littlejohn, 208) mempertahankan bahwa selama orang memiliki kepentingan pribadi dalam menerima atau menolak ide, mereka akan jauh lebih dipengaruhi oleh apa pesan kata daripada karakteristik orang yang mengatakan itu. Tapi ketika topik tidak lagi relevan, hal itu akan teralihkan ke pinggiran pikiran, di mana isyarat kredibilitas mengambil kepentingan lebih besar. Tanpa adanya motivasi relevansi pribadi, mungkin akan ada sedikit elaborasi. Didalam ELM, terdapat dua rute yang relatif berbeda untuk persuasi, yaitu:

1.      Central route: dihasilkan dari pertimbangan yang hati-hati serta bijaksana dari seseorang tentang manfaat yang sebenarnya dari informasi yang disajikan dalam mendukung advokasinya (Petty dan Cacioppo, 1986). Konsumen akan menjadi lebih berhati-hati terhadap pesan yang diterimanya. Ketika mereka memroses informasi, maka mereka akan membangkitkan sejumlah tanggapan kognitif terhadap komunikasi tersebut. Kemudian, jika kepercayaan mereka berubah, selanjutnya mereka akan mengalami perubahan sikap. Perubahan sikap yang terjadi melalui rute central ini bersifat jangka panjang (Mowen dan Minor, 2002:360-361).

2.      Peripheral route: terjadi akibat dari beberapa isyarat sederhana dalam konteks persuasi (seperti sumber yang menarik) yang menginduksi perubahan tanpa memerlukan pengawasan dari manfaat sebenarnya dari informasi yang disajikan (Petty dan Cacioppo, 1986). Contohnya adalah saat konsumen terlibat dalam pemrosesan informasi dengan keterlibatan rendah, maka mereka akan bergerak melalui rute periferal. Dalam keadaan seperti ini, tanggapan kognitif kurang mungkin terjadi. Hal ini disebabkan karena orang-orang tidak memperhatikan dengan seksama masalah pro dan kontra terhadap isu-isu tersebut. Selain itu, mereka akan menggunakan isyarat periferal untuk menentukan apakah akan menerima atau menolak pesan tersebut. Isyarat persuasi periferal mencakup beberapa faktor, seperti jumlah argumen yang ditampilkan, daya tarik dan keahlian sumber pesan, dan rangsangan positif atau negatif yang membentuk konteks di mana pesan itu disajikan (contohnya musik yang menyedihkan). Perubahan sikap yang terjadi melalui periferal bersifat jangka pendek (Mowen dan Minor, 2002: 361). 

Jika merujuk pada pemetaan tradisi-tradisi komunikasi berdasarkan cara pandangnya, maka teori ini masuk ke dalam tradisi sosiopsycologic. Tradisi Sosioshycologin adalah sebuat tradisi yang memili fokus pada pada perilaku sosial individu, variabel psikologis, efek individu, kepribadian dan sifat, persepsi,  dan kognisi (Littlejohn, hlm.42). Pendekatan yang dilakukan secara individualistiklah yang mencirikan tradisi sosiopsikologis dalam studi komunikasi dan dalam ilmu perilaku dan sosial pada umumnya. Pandangan psikologis ini melihat orang sebagai entitas dengan karakteristik yang membuat mereka berperilaku mandiri, serta memandang manusia tunggal sebagai fokus untuk memproses dan memahami informasi dan menghasilkan pesan. Akan tetapi, tetap mengakui kekuatan yang dimiliki individu terhadap individu lain dan efek informasi pada pikiran manusia (Little John, Hlm. 42). Dalam tradisi sosiopsikologis, penjelasan mengenai psikologis sangatlah penting. Stpehew W. Little John dan Karen A. Foss di bukunya yang berjudul Theories of Human Communication menjelaskan jika studi tentang individu sebagai makhluk sosial adalah dorongan dari tradisi sosiopsikologis.

Tradisi sosiosychcologi adalah tradisi yang paling  sering dikaitkan dengan "ilmu komunikasi." Hal ini karena banyak dari pekerjaan saat ini yang memiliki fokus pada perusasi dan pemprosesan perubah sikap pesan, bagaimana individu merencanakan strategi pesan, pemrosesan informasi pesan, dan apa efek untuk individu tersebut.  Kemudian, pada Jurnal Another Look At Mapping The Territory: Seven Traditions In The Field Of Communication Theory yang ditulis oleh Oberiri Destiny Apuke menuliskan jika Socio-psychological tradition: Communication is theorized as expression, interaction, and influence. Cause-and-effect relationships can be discovered through careful, systematic observation. Berdasarkan hasil penelusuran jurnal, teori ini pernah digunakan oleh Prasetya (2015) yang meneliti tentang pengaruh strong argument pada iklan TV Partai Gerindra terhadap voting intention (metode eksperimen laboratorium). Prasetya membagikan kuesioner kepada 50 mahasiswa (pemilih pemula) yang masing-masing mahasiswa merupakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil dari survey ini adalah terdapat pengaruh strong argument dalam iklan politik partai gerindra (Central Rute). 



  1. Analisis

Cotnoh kasus yang akan saya ambil adalah mengenai social distancing. Berdasarkan himbauan Presiden Joko Widodo tentang social distance yang disajikan melalui media Detiks.News (16/03/2020), maka dapat di argumentasikan bahwa hal ini akan memberikan dampak kepada masyarakat. Hal ini sesuai dengan teori ELM oleh Petty dan Cacioppo (Griffin, 2010: 208) menggaris bawahi jika ELM mengilustrasikan tahapan pengambilan keputusan menuju pada perubahan kepercayaan, sikap, dan perilaku. Karena himbauan dari presiden ini, banyak masyarakat melakukan perubahan sikap dengan memulai melakukan sosial distancing pada lingkungannya. Kemudian, eprubahan perilaku yang dialami adalah masyrakat mulai menjadi lebih “higenis” pada sekitarnya. Coontohnya adalah dengan menggunakan masker saat hendak berpergian, mengurangi aktfitas dirumah, serta mulai memasok bahan pangan untuk kemungkinan yang tidak diinginkan. Contoh social distancing pada fasilitas umum adlah adalah  seperti yang sudah disajikan media Liputan.6 (18/03/2020) tentang penerapan social distance pada Bandara Indonesia oleh Angkasa Pura, orang-orang menjadi lebih ‘aware’ pada sekitarnya. Masyarakat mulai menggunakan masker saat berpegian, kemudian menggunakan hand sanitizer saat di sarana publik, dan mulai mengkarantina diri di rumah untuk menininalisir kontak dengan orang lain guna mencegah penularan virus Corona. Bahkan di Twitter muncul hastag #JadiKaumRebahan akibat efek dari mengkarantina diri serta sosial distance. 

Kemudian, teori ELM ini bersamaan dengan trasidi sosialpsyhcologi. Stpehew W. Little John dan Karen A. Foss di bukunya yang berjudul Theories of Human Communication menjelaskan jika studi tentang individu sebagai makhluk sosial adalah dorongan dari tradisi sosiopsikologis. individu merencanakan strategi pesan, pemrosesan informasi pesan, dan apa efek untuk individu tersebut. Hal inilah yang menyebabkan Presiden Joko Widodo masih memperitmbangkan Lockdown nasional. Masyarakat yang menerima himbauan untuk persuasi menggunakan central route. Seperti yang sudah dijabarkan pada bagian B, central route dihasilkan dari pertimbangan yang hati-hati serta bijaksana dari seseorang tentang manfaat yang sebenarnya dari informasi yang disajikan dalam mendukung advokasinya (Petty dan Cacioppo, 1986). Konsumen akan menjadi lebih berhati-hati terhadap pesan yang diterimanya. Ketika mereka memroses informasi, maka mereka akan membangkitkan sejumlah tanggapan kognitif terhadap komunikasi tersebut. 

Dalam tradisi sosiopsikologis mengidentifikasi kepribadian dan kecenderungan komunikator yang memengaruhi cara individu bertindak dan berinteraksi. Himabaun dari presiden Jokowi serta pengaruh dari media yang menyebarkan informasi mengenai virus Corona menyebabkan banyak masyarakat yang mengalami ‘panic attack’ dengan memborong makanan di supermarket guna untuk persediaan saaat mengkarantina diri ditambah dengan maraknya pebelian hand sanitizer yang dirasa cukup berlebihan di masyarakat. Sebagian besar teori sosiopsikologis komunikasi saat ini adalah menyediakan wawasan tentang cara manusia memproses informasi (Littlejohn, 2008). Pemrosesan informasi yang cepat serta pengaruh dari media menyebabkan panic attack serta penerapan social distancing. 



  1. Kesimpulan

Kesimpulan dari essai yang saya buat kali ini akan saya rangkum menjadi beberapa point seperti berikut:

  1. Teori yang saya ambil untuk menganalisis virus Corona yang ada di Indonesia adalah menggunakan teori Elaboration Likelihood Model (ELM).
  2. Tradisi yang berkaitan dengan teori ELM yang saya gunakan adalah tradisi sosiopsycologic. Alasan saya memnggunakan tradisi sosiospsychologic adalah memiliki fokus pada perusasi dan pemprosesan perubah sikap pesan, bagaimana individu merencanakan strategi pesan, pemrosesan informasi pesan, dan apa efek untuk individu tersebut.
  3. Contoh kasus yang saya ambil adalah himbauan dari presiden Joko Widodo mengenai social distancing
  4. Central Route adalah persuasi yang digunakan masyarakat  saat menerima himbauan tersebut.
  5. Hal ini menyebabkan masyarakat mengalami 'panic attack' serta melalukan karatina diri secara besar-besaran individu merencanakan strategi pesan, pemrosesan informasi pesan, dan apa efek untuk individu tersebut. 
  6. Karena dari dorongan tradisi sosiopsikologis, menyebabkan Presiden Joko Widodo masih memperitmbangkan Lockdown nasional. 

Demikianlah simpulan yang dapat saya sajikan mengenai essai yang saya buat mengenai social distancing pada masyarakat menggunakan teori Elaboration Likelihood Model (ELM) dan menggunakan tradisi sosiopsycologic.




  1. Daftar Pustaka

LittleJohn, W. Stephew, & Foss, Karen A. (2008). Theories Of Human Communication.   USA: Belmot.

Griffin, EM (2009). A first look at communication theory. NY: McGraw Hill. 

Apuke, Oberiri Destiny. Another Look At Mapping The Territory: Seven Traditions In The           Field Of Communication Theory (Vol.4). Nigeria: Department of Mass         Communication.

Yasmin, Putri. (2020, 16 Maret). Tentang Social Distance, Cara Pemerintah Cegah           Penyebaran Virus Corona website https://m.detik.com/news/berita/d-4940726/tentang-           social-distance-cara-pemerintah-cegah-penyebaran-virus-corona

Kinapti, Tyas Titi. (2020, 18 Maret). 6 Potret Social Distancing di Bandara Indonesia website      https://m.liputan6.com/hot/read/4203059/6-potret-social-distancing-di-berbagai-     negara-kurangi-penyebaran-covid-19

Prabowo, Dani. (2020, 19 Maret). Tetap Waspada, Pasien Covid-19 Meninggal di Indonesia        Persentasenya Tinggi website https://nasional.kompas.com/read/2020/03/19/          05060001/tetap-waspada-pasien-covid-19-meninggal-di-indonesia-persentasenya-       tinggi?page=3



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Film Slumdog Millionaire Dalam Pranata Sosial

Film Slumdog Millionaire menceritakan tentang seorang pemuda berusia 18 tahun bernama Jamal Malik, seorang anak miskin dan yatim piatu yang besar di lingkungan kumuh kota Mumbai. Dia menjadi seorang kontestan kuis Who Wants to be A Millionaire versi India dan dapat menjawab seluruh pertanyaan dalam kuis tersebut. Jamal hanya perlu menjawab pertanyaan terakhir untuk mendapat hadiah 20 juta rupee, namun saat akhir acara dia ditangkap polisi karena tidak mungkin pemuda miskin dan kumuh dapat menjawab semua pertanyaan.  Diawal cerita, kita akan disuguhkan dengan pemandangan kota tempat tinggal Jamal yang kumuh dan kotor. Saat sekolah, Jamal dan Salim—kakanya—hanya belajar tentang The Three Musketeers dan hanya mendengar tentang Athos dan Porthos. Dalam cerita ini, Salim diceritakan sebagai seseorang yang ambis. Salim dapat melakukan segala cara untuk bertahan hidup dan melindungi Jamal. Hal ini terlihat saat Salim menjual foto dengan tanda tangan Amitha Bachhan tanpa seizin Jamal dan m...

Kataku

Kumpulan kata-kata yang saya rangkai. Jika memiliki kesamaan, mohon dimaafkan.