Meresensi Novel
Judul
: Cool Boy
Pengarang : Anun
Nufus
Tahun Terbit : 2017
Cetakan
: -
Tebal Buku : 224 halaman
Seorang penulis yang berasa dari
Yogyakarta. Dia salah seorang penulis yang menikmati kopi. Kesibukannya saat
ini adalah untuk kerja, kuliah, membaca,me nulis, nonton drakor, dan ngopi
bersama teman-temannya. Salah satu karyanya yang cukup terkenal adalah
Cool Boy. Novel ini menceritakan tentang Fianne yang menyukai Revo, cowok ganteng yang pintar
menyanyi, ramah, dan salah satu cowok idaman di sekolahnya. Saat menembak Revo
dengan cupcake buatannya sendiri dan
dia diterima, Fianne terkejut. Dia membuat kesalahan. Cowok yang ditembaknya
adalah Arhoz Aldebaran. Ketua OSIS disekolahnya yang terkenal dingin seperti es
batu di kantin. Fianne tidak sadar kalau itu adalah Arhoz, karena dia terus
menunduk, sehingga tidak memperhatikan cowok yang akan ditembaknya. Saat Fianne
bilang bahwa dia salah orang, Arhoz menolak. “sekali aku bilang ya, nggak ada yang bias ubah. Kecuali aku sendiri,”
ujar Arhoz kepadanya.
Saat
Fianne bercerita kepada Prita—teman baiknnya di sekolah—prita tidak percaya.
Tapi setelah melihat kesungguhan Fianne, barulah temannya itu percaya. Saat
pulang sekolah, motor ninja hitam Arhoz mengadangnya. Sambil memberikan kotak
bekal berwarna biru muda, dan ucapan terimakasih, Arhoz pergi. Meninggalkan
Fianne yang terdiam membantu. Kejadian pulang sekolah saat Arhoz mengadangnya
tertangkap oleh kamera salah satu siswa dan meng uploadnya ke Instagram. Karena hal ini, semua orang tahu bahwa
Fianne adalah pacar Arhoz. Belum lagi Arhoz menulis komentar bahwa Fianne
adalah gadisnya, membuat Fianne tidak bias berkata apa-apa lagi.
Fianne
ditugaskan untuk membuat desain untuk acara OSIS. Dan dari sinilah dia bertemu
dengan Salsa, kakak kelasnya yang cantik dan diam-diam menyimpan perasaan pada
Arhoz. Permasalahan dimulai saat Revo, mulai mendekati Fianne. Karena hal ini,
Arhoz menjadi geram. Kedekatan Arhoz dan Salsa di ruang OSIS membuat hati Fianne
terbakar cemburu. Oghan, kakak Fianne ternyata menyimpan rahasia yang selama
ini disembunyikan dari Fianne. Bahwa sebernarnya, yang mengatur kejadian agar
Fianne salah menembak adalah ulah
Oghan. Arhoz yang sudah lama menyukai Fianne dan berteman dengan Oghan, tidak
menyia-nyiakan kesempatan saat Fianne ingin menembak Revo. Karena kebohongan
inilah, Fianne mulai tidak mempercayai Arhoz. Belum lagi Fianne tahu hal ini
dari Revo, membuatnya semakin frustasi.
Perlahan-lahan, Arhoz mulai mengungkapankan segalanya dan hubungan
mereka mulai membaik. Tapi masalah tidak berhenti disitu. Arhoz mengatakan bahwa dia akan pergi keperguruan tinggi oxford. Hancur sudah perasaan Fianne
kepadanya. Tapi, Fianne tetap berusaha sekuat tenaga agar dia tidak menyerah pada
perasaanya. Mulai sejak itu, Arhoz dan Fianne sering menghabiskan waktu
bersama. Bahkan Arhoz membelikan Fianne gelang silver sebagai kenang-kenangan.
Dan tibahalah hari keberangkatan Arhoz ke London. Awalnya Fianne tidak mau
dating. Tapi desakan dari hatinya, Fianne dating. Saat detik-detik terakhir,
Fianne datang menemui Arhoz. Mereka berpelukan dan berjanji tidak
akan menyerah pada perasaannya masing-masing.
Kelebihan yang dimiliki novel ini adalah Penulis menuliskan cerita ini dengan santai. Sehingga pembaca tidak terkesan terlalu 'berat' saat terjadi konflik dianatara keduanya. Karakter Arhoz yang dingin itu memang idaman saya! hahaha. Satu kata yang dapat saya simpulkan untuk Arhoz adalah 'kamu keren. Saya merasa berpacaran dengan kamu!'. Namun, saya rasa akan lebih menarik lagi jika setiap bab awal, dilengkapi dengan ilustrasi Fianne dan Arhoz. Untuk novel ini, saya anjurkan dibaca untuk usia 15-18 tahun.
Kelebihan yang dimiliki novel ini adalah Penulis menuliskan cerita ini dengan santai. Sehingga pembaca tidak terkesan terlalu 'berat' saat terjadi konflik dianatara keduanya. Karakter Arhoz yang dingin itu memang idaman saya! hahaha. Satu kata yang dapat saya simpulkan untuk Arhoz adalah 'kamu keren. Saya merasa berpacaran dengan kamu!'. Namun, saya rasa akan lebih menarik lagi jika setiap bab awal, dilengkapi dengan ilustrasi Fianne dan Arhoz. Untuk novel ini, saya anjurkan dibaca untuk usia 15-18 tahun.

Komentar
Posting Komentar