1.
Jelaskan disertai contoh tentang keterakaitan
filsafat, berpikir, manfaat filsafat, dan sifat atau karakter manusia!
Filsafat(pengetahuan)
adalah filsafat landasan dari praktik setiap kegiatan manusia dalam kehidupannya
dan untuk melakukannya manusia perlu berpikir. Jika di perumpamakan, filsafat
adalah akar pohon, sedangkan ilmu adalah cabang dan rantingnya, sehingga
filsafat adalah induk dari semua ilmu penetahuan (wissenscaflehre).
Keterkaitannya dengan berpikir adalah berpikir merupakan sebuah kegiatan
mengorganisasi simbol untuk mewakili suatu objek dan peristiwa sehingga tidak
perlu lagi untuk melakukan kegiatan tertentu secara langsung (Rachamat
Kriyantono, 2019). Contohnya dari berpikir adalah saat kita sebagai anak
akuntasi ditugaskan untuk menghitung angka, maka kita perlu untuk menghadirkan
angka atau uang tersebut untuk dbuktikan ke konkritannya. Kita berpikir untuk
memahami realitis atau peristiwa disekitar. Dalam memahami realitas tersebut,
manusia dihadapkan pada upaya membuat definisi, menarik kesimpulan, memecahkan
masalah, meneliti berbagai kemungkinan hingga mengambil keputusan. Berpikir
adalah esensi dari perintah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, untuk “membaca” dan
dijadikan sebagai ayar pertama yang diturunkan kepada manusia (QS. Al-‘Alaq
[96]:1-5). Contoh misal adalah saat kita menonton sinetron
India, Mahabarata dan Uttaran, kita sendirilah
yang memutuskan tayangan itu baik atau tidak untuk ditonton. Manfaat dari
berfilsafat adalah:
a. Berfilsafat Untuk Memecahkan
Permasalahan Hidup
Permasalahan
muncul sebagai akibat upaya kita untuk menemui kebutuhan hidup, akibatnya, kita
menggunakan pikiran untuk melepaskan diri dari masalah tersebut, termasuk
sebagai solusi untuk mengambil keputusan dan memecahkan masalah tersebut.
Permasalahan lain adalah ilmu dan teknologi yang berkembang, selain positif,
juga digunakan kekuatan-kekuatan penguasa ilmu dan teknologi untuk maskud
destruktif. Ilmu dan teknologi juga memunculkan permasalahan moralitas.
Teknologi internet memunculkan permasalan pornografi melalui situs-situs video
porno. Jadi, berfilsafat membantu manusia merenungi akibat dari perkembangan
kehiduan dan selanjutnya dapat mengantisipasi tantangan-tantangan kehidupan
yang dinamis. Dengan filsafat, juga membantu menjawab apakah ilmu pengetahuan
berdampak positif atau negatif bagi manusia, sehingga kita harus berhati-hati.
b. Berfilsafat Untuk Landasan
Argumentasi
Hasil
kegiatan bersilfsat dapat mengedepankan proses bernalar, data, dan analisis
objektif serta menjunjung nilai kemanusiaan merupakan landasan berargumentasi
yang kuat dalam mengambil keputusan
c. Berfilsafat Untuk Memberikan
Gambaran Keseluruhan Alam Semesta
Berfilsafat
dapat memberikan gambaran tentang alam semesta sebagai keseluruhan, termasuk
kita (manusia) sebagai salah satu unsur didalamnua. Kesadaran bahwa manusia dan
interaksinya adalah bagian dari keseluruhan ini dapat membantu mengurangi
konflik sesama hidup adalah beresamaan antar bagian dari keseluruhan di alam
semesta ini. Hal ini menuntun kita untuk tidak bersikap egois.
d. Berfilsafat Karena Manusia Itu Homo
Sapiens
Kisah
Nabi Ibrahim a.s yang mencari-cari siapa pencipta alam semesta ini. Dia
berfikir filsafati bahwa tidak mungkin berhala-berhala itu Tuhan karena
menurutnya Tuhan adalah sesuatu yang perkasa dan luar biasa. Kegiatan berpikir
ini dia lakukan berulang-ulang dengan melakukan perenungan sampai dia
mendapatkan hidayahnya
e. Berfilsafat Untuk Mendekatkan
Diri Kepada Tuhan
Melalui
kegiatan berfilsafat kita dituntut untuk mengaji secara mendalam dan
komprehensif berbagai aspek kehidupan yang terkait dengan permasalahan yang
ingin dikajinya termasuk kaitannya dengan eksistensi manusia
2. Jelaskan serta disertai
contoh kriteria jenis-jenis kriteria-kriteria kebenaran dan aplikasi
kriteria kebenaran dalam praktek komunikasi!
Kriteria kebenaran dalam komunikasi adalah sebagai berikut:
a) Teori Koherensi
Pernyataan
dianggap benar apabila pernyataan itu bersifat koheren(konsisten) dengan
pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dinaggap benar. Contoh misal adalah saat
kita mengganggap bahwa semua manusia pasti akan mati adalah sebuah pernyataan
yang benar dan saat kita mengatakan bahwa “Si Yogi adalahs eorang manusia dan
Yogi pasti akan mati” adaalah benar karena pernyataan kedua konsisten dengan
yang pertama.
b) Teori Korespondensi
Suatu
pernyataan adalah benar jika pernyataan tersebut berkorespondensi (berhubungan)
dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Contohnya saat seseorang
mengatakan bahwa ibukota republik Indonesia adalah Jakarta maka pernyataan
tersebut adalah benar sebab pernyataan itu dengan obyek yang bersifat faktual.
c) Teori Pragmatis
Suatu
pernyataan adalah benar jika pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam
kehidupan manusia. Contohnya saat seorang mengatakan teori Y dalam pendidikan,
dan teori Y di kembanggakan menggunakan teknik X dalam meningkatkan kemampuan
belajar, maka teori Y dianggap benar sebab teori Y ini fungsional dan mempunyai
kegunaan.
3. Jelaskan
disertai contoh makna objek ilmu komunikasi dan bagaimana objek komunikasi itu
berbeda dengan ilmu lainnya?
Objek material adalah
segala hal yang konkret maupun abstrak yang dipelajari manusia, seperti
manusia, tumbuhan, alam semesta, angkasa luar, hewan, kepercayaan atau budaya.
Misalnya kehidupan alam semesta, telah menjadi kajian ilmu-ilmu alam, kehidupan
sosial telah menjadi objek material ilmu-ilmu sosial. Hal ini
memungkinkan ada dua ilmu atau lebih mempunysi objek material sama. Ada
bagian yang tumpang tindih. Ada juga ilmu mgkn tidak tuntas mengupas gejala dlm
objek materialnya. Perlu ada sesuatu hal atau aspek lain untuk melengkapi
pembicaraan tentang pokok soal yang belum dapat dituntaskan suatu ilmu. Makna objek ilmu komunikasi adalah mengenai penjelasan mengenai perilaku
manusia dalam ilmu sosialnya. Dalam objek komunikasi menjelaskan tentang
kehidupan manusia sosial sehingga manusia berinterkasi dengan manusia lainnya. Akan
tetapi, terdapat kesamaan antara objek materil ilmu osisal dengan bidang ilmu
lainnya. Yang membedakan adalah komunikasi berfokus secara rinci mengenai
komunikasi dan interaksi manusia dapat terjadi.
4. Jelaskan disertai contoh makna objek
ilmu komunikasi di Indonesia dan Amerika dipandang dari aspek objek ilmunya?
Dan bagaimana keterkaitan pancasila dengan objek ilmu komunikasi?
Bagi
masyarakat Amerika, mengancungkan jari tengah memiliki makna menghina atau
makna yang bersifat tidak baik. Tapi, di Indonesia mengancungkan jari tengah
ini tidak memiliki makna apa-apa. Tapi untuk warga Indonesia yang sudah
menonton film luar menjadi tahu bahwa simbol itu mengandung makna negatif. Hal
ini menunjukkan bahwa komunikasi membentuk budaya dan disisi lain, budaya
memperngaruhi komunikasi (Rachamat Kriyantono, 2019). Budaya, latar belakang
personal, dan karakter sosiodemografis inilah yang disebut Wood (2009, Rachamat
Kriyantono, 2019) sebagai komunikasi bersifat sistemik. Sifat sistemik ni
menghasilkan dua jenis pemaknaan pesan dan simbol dalam komunikasi, yaitu makna
isi pesan dan hubungan. Verdeber,dkk (2010, Rachamat Kriyantono, 2019), menjelaskan
dimensi hubungan ini, yaitu immediacy (tingkat ke intiman)
dan control (sifat yang dominan terhadap yang lain).
Ilmu
Komunikasi berupaya menilai pola-pola komunikasi dalam masyarakat, termasuk
pendapat-pendapat umum dari refleksi keinginan-keinginan masyarakat.
Pendapat-pendapat dalam masyarakat kemudian diarahkan pada harmonisasi.
keterkaitannya pancasila dengan objek ilmu komunikasi adalah
Pancasila sebagai puncak dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dan titik
kulminasi pemikiran masyarakat tentang diri dan keberadaannya sebagai objek dan
subjek dengan alam semesta. Pancasila juga adalah kondisi ideal dan kondisi
yang mendasar dari falsafah pemikiran bangsa Indonesia yang tercermin dalam 36
butir-butirnya. Pancasila kemudian menjadi kondisi ideal atau harmoni yang
dapat disebut sebagai ideologi bangsa. Dengan demikian, dapat disimpulkan
panacasila adalah kebenaran Ilmu Komunikasi.
5. Mengapa dalam menuntut dan
mengembangkan ilmu komunikasi kita dituntut menjadikan agama sebagai grand
theory nya? Jelaskan disertai contoh!
Alasan agama menjadi landasan grand
theory adalah karena agama itu bersifat ilmiah dan karenanya menjadi grand theory semua ilmu pengetahuan
manusia. Grand theory dalam Islam
adalah tauhid. Dalam ilmu komuniaksi misalnya, komunikasi tauhdi adalah grand theory ilmu komunikasi. Hal ini
disebut ilmiah bermakna bahwa semua kriteria kebenaran ilmu seperti teori
korespondensi (Betrand Russek, John Locke, David Hume) dengan konsep empirisnya,
Koherensu (Aristoteles, Decrates, Spizona) dengan konsep rasionalismenya,
Metafisik (Guba dan Lincoln), dan Pragmatisme (Charles Pierce, John Dewey),
sudah ada dalam Al-Quran, bahkan sebelum para pakar dapat memahaminya.
Daftar Pustaka
Kriyantono, R. (2019). Pengenta Lengkap Ilmu Komunikasi Filsafat dan Etika Ilmunya Serta
Perspektif Islam. Prenada Media.

Komentar
Posting Komentar