PENERAPAN SISTEM EKONOMI DI INDONESIA
PADA BIDANG ILMU KOMUNIKASI
Pendahuluan
Latar Belakang
Komunikasi merupakan salah satu hal penting dari aspek kehidupan manusia. Hal ini disebabkan karena dengan komunikasi, manusia dapat berinteraksi dalam kehdiupan sehari-hari. Webster‟s New Collegiate Dictionary edisi tahun 1977 menjelaskan komunikasi adalah suatuproses pertukaran informasi antara individu melalui system lambing-lambing, tingkah laku, atau tanda-tanda. Kemudian, menurut Lexicographer, komunikasi adalah suatu upaya berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika ada dua orang berkomunikasi, kemudian mereka mempunyai pemahaman pada makna pesan yang sama maka keduanya telah mencapai tujuan yang diinginkan. Salah satu dampak dari komunikasi adalah pada bidang ekonomi.
Dengan perkembangan teknologi informasi, perekonomian suatu negata dapat dilihat. Semakin tinggi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, maka semakin tinggi juga ekonomi negara tersebut (Kompasiana, 25 Juni 2015). Hal ini disebabkan karena didalam sebuah organisasi, komunikasi adalah sesuatu yang penting. Selain untuk berinteraksi, komunikasi dapat membantu menjelaskan tentang strategi dan tujuan perusahaan atau organisasi tersebut. Oleh sebab itu, komunikasi yang efektif dan efisien diperlukan. Didalam sebuah organisasi, komunikasi yang efektif di antara anggota-anggot dapat membantu mencapainya tujuan organisasi tersebut. Proses komunikasi memmungkinkan para anggota di organisasi tersebut untuk bertukar informasi dengan menggunakan bahasa atau simbol yang biasa digunakan mereka untuk mengorganisasikan pada suatu hal (Kreps, 1999, p 11). Hal ini juga sependapat degan Kohler yang dikutip Muhammad Arni, komunikasi yang efektif sangat penting bagi organisasi, tidak terekecuali. Para pemimpin perlu memahami dan menyempurnakan kemampuan dari komunikasi mereka.
Saat ini, Indonesia menerapkan sistem perekonomian campuran. Sistem ekonomi campuran adalah penggabungan dari sistem ekonomi kapitalis/liberal dan sosialis. Sistem ekonomi ini dikendalikan dan diawasi oleh Pemerintah tetapi masyarakat masih mempunyai kebebasan yang cukup luas untuk menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan (Harjono,2011). Dalam sistem ekonomi campuran, kekuasaan perekonomian bukan hanya dipegang oleh pemerintah tetapi juga pihak swasta. Sehingga kekuasaan serta kebebasan berjalan secara bersamaan walau dalam kadar yang berbeda-beda. Jika kadar kebebasan lebih besar maka sistem ekonominya akan lebih condong ke sistem ekonomi liberal, sedangkan jika kadar kekuasaan lebih besar maka akan condong ke sosialis. Dalam sistem ekonomi campuran terbagi menjadi 2 sektor, yaitu sektor swasta dan sektor pemerintah/negara. Dan juga di dalam sistem ekonomi campuran masih terdapat campur tangan pemerintah dengan tujuan mengendalikan pertumbuhan ekonomi dan kehidupan masyarakatnya, selain itu juga untuk mencegah agar perekonomian tidak terlalu banyak dikuasai oleh pihak swasta tertentu. Sehingga perekonomian tetap stabil dan tertib serta membantu golongan lemah.
Sistem ekonomi campuran yang diterapkan di indonesia ini adalah sistem ekonomi gabungan antara sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi pemerintah atau biasa disebut dengan gabungan antara sistem kapitalis dan sistem sosialis. Hal ini disebabkan karena perekonomian Indonesia masih sangat bergantung kepada Amerika Serikat dan ekonomi global, sehingga Indonesia harus tetap menerapkan sistem ekonomi liberal. Namun, sistem ekonomi liberal ini tidak bisa diterapkan begitu saja tanpa aturan. Sebagai negara berkembang, sistem perekonomian Indonesia masih harus tetap diawasi oleh pemerintah. Sebagai contoh penerapan sistem perekonomian campuran, Indonesia memiliki BUMN. Dalam badan tersebut pihak pemerintah menjadi pemiliknya, sementara swasta diizinkan untuk ikut ambil bagian melalui penanaman modal dan saham.
Pembahasan
Komunikasi dan Ekonomi di Indonesia
Perkembangan media Komunikasi pada saat ini berkembang dengan pesat. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi, memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari kapan dan siapa saja. Kemudian, pada saat ini media komunikasi tidak dapat lepas dari kehidapan manusia . Hal ini dikarenakan tanpa adanya media komunikasi, kita akan sulit dalam melakukan aktifitas didalam dunia kerja ataupun aktifitas yang lain. Dengan adanya perkembangan media komunikasi saat ini membuat masyarakat dapat menjadi kritis dan tanggap terhadap sesuatu yang berkembang. Perkembangan teknologi yang semakin pesat inimembuka peluang usaha atau bisnis baru menggunakan media online. Kegiatan promosi suatu hasil produk tidak lagi hanya dilakukan melalui media-media konvensional, tetapi juga dapat dilakukan melalui media online.
Di dalam organisasi, terdapat istilah “komunikasi organisasi.” Komunikasi Organisasi memiliki artian sebagai pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di antara dua orang, di antara sekelompok kecil masyarakat atau dalam satu hingga beberapa bidang untuk mempengaruhi perilaku organisasi (Floyd dan Winsor, 2006, p 4-5). Seluruh komunikasi merupakan proses ajakan yang alami dan menggambarkan upaya mempengaruhi perilaku dalam organisasi. Korelasi antara komunikasi dan organisasi terletak kepada peninjauannya yang terfokus kepada orang-orang yang terlibat dalam mencapai tujuan organisasi. Komunikasi adalah masalah pokok dari organisasi, yang mana komunikasi memungkinkan anggota-anggota didalam organisasi tersebut dapat saling bertukar perngetahuan tentang tujuan-tujuan yang ingin dicapai organisasi, sebagai wahana organisasi untuk dapat mencapai lingkungannya, dan merupakan saluran yang menghubungkan masukan dengan keluaran suatu organisasi. Tujuan dari komunikasi pada organisasi adalah untuk memberikan informasi dan diberi informasi. Setiap interaksi komunikasi menyediakan data yang lebih banyak mengenai orang-orang dan dirinya sendiri.
Floyd and Winsor mengatakan Potensi produktivitas dalam organisasi bisnis akan meningkat bila memiliki informasi yang diperlukan (Agatha Natalia Sugiarto, 2014). Aliran komunikasi merupakan hal yang sangat penting dan saling ketergantungan didalam sebuah organisasi. Dalam organisasi, tidak boleh ada hambatan komunikasi yang dapat mengganggu penyampaian informasi antar anggota organisasi. Hambatan komunikasi menjadi masalah pokok dalam organisasi. Semakin besar sebuah organisasi, makan akan semakin kompleks pula permasalahan komunikasi didalamnya. Oleh sebab itu, komunikasi yang efektif penting dalam organisasi, terutama antara atasan dan bawahan. Persaingan usaha yang semakin ketat, karenanya perusahaan dituntut untuk melaksanakan segala aktivitas operasional mereka dengan efektif dan efisien agar mampu mempertahankan eksistensinya Arifa (2013). Hal ini tentu saja karena perusahaan tersebut dihadapkan pada keterbatasan dalam mengelola kegiatan usaha, sehingga memerlukan perencanaan yang tepat dalam operasionalnya. Dimas Okta Ardiansyah(2016) mengutip apa yang disampaikan Bayangkara (2011:11-14) ngengenai tiga unsur penting untuk mengembangkan perusahaan. Tiga usah pentinh tersebut adalah ekonomisasi, efisiensi, dan efektifitas. Ekonomisasi berkaitan dengan ukuran input yang digunakan dalam berbagai program yang dikelola oleh perusahaan. Komunikasi efektif dipengaruhi oleh saluran komunikasi formal, struktur dalam organisasi, spesialisasi jabatan, pemilikan informasi, dan jaringan komunikasi dalam organisasi. Artinya, faktor-faktor tersebut harus diperhatikan dengan bijaksana oleh pihak manajemen perusahaan agar perilaku karyawan terbentuk dalam sebuah pola perilaku etis. Komunikasi efektif juga dapat dicapai dengan memahami model komunikasi non verbal (kontak mata, ekspresi wajah, nada suara, gerak tubuh, sosok dan postur tubuh). Dengan pemahaman dan apa yang harus dilakukan pada sebuah komunikasi non verbal, individu dalam organisasi dapat berkomunikasi dengan efektif dan pola perilaku etis dapat terbentuk.
Contoh Kasus pada pabrik PT. Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung
Pushpakumari (2008) membuktikan jika semakin karyawan puas maka kinerjanya juga akan meningkat. Berdasarkan dari temuan penelitian-penelitian tersebut dapat dikemukakan jika kepuasan kerja berkolerasi erat dengan kinerja para karyawan. Oleh sebab itu perlu diuji apakah kepuasan kerja memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Salah satu contohnya adalah beberapa kendala komunikasi yang kurang efektif pada Pabrik kertas PT. Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung yang didapatkan dari hasil wawancara menunjukan komunikasi didalam perusahaan belum berjalan maksimal dikarenakan adanya hambatan dalam penyampaian suatu informasi dari direktur kepada karyawan. Seperti yang sudah di utarakan oleh Lexicographer, komunikasi adalah suatu upaya berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika ada dua orang berkomunikasi, kemudian mereka mempunyai pemahaman pada makna pesan yang sama maka keduanya telah mencapai tujuan yang diinginkan.
Sayangnya, pada kasus PT. Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung terlalu banyak saluran yang harus dilalui seperti dari direktur kepada karyawan dan masih harus melalui beberapa manajer dan beberapa kepala bagian, sehingga memungkinkan berubahnya informasi. Valoka dan Bouradas (2005) melakukan penelitian tentang kebisuan organisasi yang isinya tentang para karyawan tidak berani mengatakan kebenaran karena takut akan apa yang terjadi dimasa datang. Setelah dilakukan beberapa survey, dapat disimpulkan bahwa komunikasi meningkatkan kepuasan dan kinerja karyawan PT. Pabrik kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung dikarenakan semakin banyak aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan individu. Tingginya tingkat kepuasan kerja memiliki peran dalam memediasi komunikasi karyawan PT. Pabrik kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung. Komunikasi yang efektif dapat meningkatkan kinerja karyawan PT. Pabrik kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung. Bila komunikasi efektif terwujud, maka produktifitas dari karyawan akan semakin tinggi.
Dengan adanya komunikasi yang efektif, para karyawan tidak akan mengalami kebingungan dalam melaksanakan SOP yang dibuat oleh perusahaan, sehingga kinerja yang dihasilkan semakin baik. Hal ini disebabkan karena karyawan akan merasa dilibatkan dengan adanya komunikasi dua arah yang terstruktur dan umpan balik yang dihasilkan dari komunikasi dua arah tersebut. Baik antar atasan, antar bawahan, maupun antara antara atasan dan bawahan. Komunikasi yang baik dapat meningkatkan kepuasan pekerjaan yang akan mengoptimalkan kinerja karyawan, sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.
Keterkaitan Komunikasi Dengan Media Advertisising Dalam Ekonomi di Indonesia
Advertising (iklan) berasal dari bahasa Yunani yang artinya “menggiring orang pada gagasan.” Secara komprehensif, Durianto (2004, Ambar 2013:119) menjelaskan bahwa iklan adalah semua bentuk ativitas untuk menghadirkan dan mempromosikan barang, ide, atau jasa secara nonpersohak yang dibayar oleh sponsor tertentu. Periklanan merupakan kegiatan yang banyak dilakukan oleh perorangan maupun perusahaan. Tujuan dari periklanan adalah mengubah atau mempengaruhi sikap-sikap khalayak (konsumen) agar konsumen terprovokasi/terpengaruh. Hal ini mendorong terjadinya perubahan perilaku konsumen menjadi seperti yang diinginkan oleh produsen. Selain itu, iklan sendiri memiliki beberapa tujuan khusus, yaitu:
Untuk membentuk kesadaran akan suatu produk atau merek baru
Menginformasikan fitur dan keunggulan produk atau merek pada konsumen
Membentuk persepsi tertentu akan produk atau merek
Membentuk selera akan produk atau merek ataupun membujuk konsumen untuk
Membeli produk atau merek yang diiklankan.
Tujuan-tujuan tersebut pada dasarnya adalah upaya meningkatkan respon konsumen terhadap penawaran perusahaan untuk menghasilkan laba penjualan dalam jangka panjang (Bendi- xen, 1993). Kemudian, bagaimana dengan advertising di Indonesia? Sistem advertising di Indonesia adalah ekonomi pancasila, hal ini dikarenakan Indonesia menganut sistem ekonomi campuran pancasila. Ketua umum partai Golongan Karya (GOLKAR), Airlangga Hartato mengatakan jika Ekonomi Pancasila hadir untuk mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal ini disebabkan karena sistem ekonomi digital (melalui teknologi dan internet) berhasil melepaskan batas regional Nusantara dalam proses ekonomi, sehingga pasar turut dikuasai produsen-produsen besar dan melakukan sistem monopoli.
Pada sistem ekonomi Pancasila, pemasaran harus didalam alur jalannya yang sudah ditentukan oleh pancasila atau yang terkandung dalam ekonomi pancasila. Dalam advertising, perusahaan harus menghasilkan produk yang terbaik dan tidak bertentangan dengan norma masyarakat serta bermanfaat bagi masyarakat luas.
Di dalam komunikasi tidak hanya penyampaian pesan yang baik antara komunikator dan komunikan tetapi ada hal yang harus dipelajari yaitu dalam bidang iklan pemasaran atau advertising. Dalam bidang ini komunikator harus mempunyai kemampuan yang matang untuk mengenalkan produk mereka kepada konsumen dan menjelaskan kegunaan serta nilai produk tersebut agar menarik perhatian konsumen. Inti dari hal tersebut adalah kegiatan pemasaran diperlukan suatu komunikasi yang efektif dan efisien supaya target atau tujuan yang diharapkan tercapai.
KeterkaitanKomunikasi Dengan Media Public Relation Di Indonesia
Pada sistem ekonomi Pancasila, Public Relations juga mengambil peran dalam jalannya perusahaan melalui diplomasi secara eksternal. Ideologi dalam berdiplomasi pun juga memilikiprinsip yang berbeda antara ideologi kapitalis, sosialis, maupun campuran(pancasila). Dalam Pancasila sendiri, aspek budaya yang menjadi titik vitalbangsa Indonesia akan memengaruhi Public Relations dalam menghadapi skema perusahaan. Praktisi Public Relations dalam perspektif Pancasila pasti akan berbeda pula dengan perspektif kapitalis. Hal ini dikarenakan adanya heterogenitas dalam ras, agama, etnis, termasuk juga perbedaan norma, kebiasaan, budaya, dan adat dalam masing-masing perspektif yang ada. Oleh karena itu keterkaitan Komunikasidengan Media Public Relations pastilah berhubungan, dan Pancasila selalumenjadi dasar ideologi dalam konteks apapun, tak terkecuali Public Relations.Pada PR inilah juga nanti terdapat perbedaan dalam cara mengembangkan ekonomisuatu negara, seperti contohnya Indonesia yang akan mayoritas budaya digunakan sebagai basis akan mengembangkan ekonomi.
Salah satu contoh Public Relations yang ada di Indoneisa adalah Public Relations (RRI) di Radio Republik Indonesia Cabang MadyaDenpasar. PR di RRI ini ditangani oleh semua bagian Divisi Pemasaran dan Pembangunan Usaha, hal ini dikarenakan Public Relations di RRI Denpasar belum berdiri sendiri atau belum menjadi divisi khusus. Di divisi PPU yang merangkap sebagai PR mempunyai peran yang sangat besar dalam mengenalkan RRI Denpasar kepada masyarakat. Dalam hal ini Public Relations diperlukan untuk menyusun serta mengevaluasi strategi-strategi pemasaran yang efisien serta berorientasi pada tujuan perusahaan. Dapat dikatakan bahwa keberadaan Public Relations dalam suatu perusahaan atau lembaga mempunyai posisi yang sangat penting untuk menjaga kestabilan suatu perusahaan dan memiliki mutu yang baik.
Kesimpulan
Kesimpulan dari essai yang saya buat mengenai pengaruh sistem ekonomi pada bidang komunikasi di Indonesia adalah sebagai berikut:
Indonesia menganut sistem ekonomi campuran pancasila
Ekonomi Pancasila hadir untuk mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia
Perkembangangan ekonomi pada suatu negara dapat dilihat dari perkembangan teknologi infomasinya
Pentingnya komunikasi yang efektif pada suatu organisasi agar perekonomian organisasi atau perusahaan tersebut dapat berjalan dengan lancar
Komunikasi yang efektif di antara anggota-anggot dapat membantu mencapainya tujuan organisasi tersebut.
Public Relations mengambil peran dalam jalannya perusahaan melalui diplomasi secara eksternal
Demikian kesimpulan yang dapat saya sampaikan dalam essai saya.
Daftar Pustaka
Lukitaningsih, A. (2013). Penelitian Efektif Sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran. Jurnal Ekonomi Kewirausahaan, 13(2), 116-129
Putri, I. D. A.H. (2015). Peranan Public Relations Dalam Menjaring Pemasangan Iklan Pada Radio Republik Indonesia Cabang Madya-Denpasar. Jurnal Kajajian Komunikasi, 3(2), 120-132.
Sugiarto, A.N. (2014). Hambatan Komunikasi Horizontal PT. Masterindo Jaya Global Indonesia. Jurnal e-Komunikasi, 2(3).
Ardiansyah, D.O. (2016). Pengaruh Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Dimensi Oleh Kepuasan Kerja (Studi Pada Bagian Produksi Pabrik Kertas PT. Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung). Jurnal Bisnis dan Manajemen, 3(1).
Simbolon, Holmen. (2015). Pengaruh Perkembangan Media Komunikasi dan Informasi Pada Kemajuan di Bidang Ekonomi . https://www.kompasiana.com. (Diakses pada tanggal 15 Maret 2020).
Komentar
Posting Komentar